Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang digelar tak lama lagi. Ada cerita soal mundurnya Indonesia hingga isu suap mewarnai proses bidding.
Piala Dunia edisi ke-22 akan digelar di Qatar, sejak 20 November hingga 18 Desember mendatang. Untuk kali pertama, pesta akbar sepakbola itu dihelat pada musim dingin dan di kawasan Timur Tengah.Proses Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 berjalan penuh drama. Turnamen yang menjadi edisi terakhir mempertemukan 32 negara, sebelum menjadi 48 negara pada Piala Dunia 2026, punya banyak cerita.
Niat PSSI menjadi tuan rumah saat itu, terlontar di tengah desakan masif suporter meminta Nurdin Halid mundur. Situasi makin keruh, sebab Pemerintah Pusat tidak memberi dukungan resmi kepada PSSI untuk menggelar perhelatan tersebut.
Sampai deadline soal persyaratan bidding harus dipenuhi pada Februari 2010, dukungan tak juga keluar. Alhasil, FIFA resmi mencoret Indonesia pada Maret 2010 karena gagal memenuhi persyaratannya. Indonesia sendiri akhirnya memberi rekomendasi suaranya kepada Australia, yang saat itu juga mengajukan bidding tuan rumah Piala Dunia 2022.
Indonesia menjadi satu dari dua negara yang mundur. Sebab, Meksiko juga batal menjadi tuan rumah.
Sejak proses bidding tuan rumah Piala Dunia 2022 dibuka FIFA pada Januari 2009, ada banyak negara yang ikut bersaing. Selain Qatar, ada pula Meksiko, Australia, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, dan Amerika Serikat.
Indonesia saat itu langsung tertarik. PSSI, yang masih dipimpin Nurdin Halid, menyatakan siap ikut bersaing menggelar turnamen akbar tersebut.
"Kami resmi mendaftar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia di 2022, sebelum deadline 2 Februari yang ditetapkan FIFA," kata Nugraha Besoes, Sekjen PSSI saat itu.
Niat PSSI kemudian disambut baik Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Adhyasksa Dault. Ia mengatakan dukungan Kementerian diberikan untuk bisa menggelar Piala Dunia 2022.
PSSI kemudian membuat program kampanye untuk memenangkan gelaran Piala Dunia 2022. Rencananya, dana yang dibutuhkan mencapai 1 miliar dolar untuk membangun infrastrukturnya. Program 'Green World Cup 2022' dipilih, dengan menjanjikan Piala Dunia yang ramah lingkungan.
Beberapa lokasi tuan rumah juga disiapkan. Di antaranya Jakarta, Surakarta, Semarang, Samarinda, Palembang, Surabaya, Bogor, Jayapura, Bali, Banda Aceh, Sleman, Balikpapan, Bandung, dan Kutai Kartanegara.
Indonesia saat itu langsung tertarik. PSSI, yang masih dipimpin Nurdin Halid, menyatakan siap ikut bersaing menggelar turnamen akbar tersebut.
"Kami resmi mendaftar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia di 2022, sebelum deadline 2 Februari yang ditetapkan FIFA," kata Nugraha Besoes, Sekjen PSSI saat itu.
Niat PSSI kemudian disambut baik Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Adhyasksa Dault. Ia mengatakan dukungan Kementerian diberikan untuk bisa menggelar Piala Dunia 2022.
PSSI kemudian membuat program kampanye untuk memenangkan gelaran Piala Dunia 2022. Rencananya, dana yang dibutuhkan mencapai 1 miliar dolar untuk membangun infrastrukturnya. Program 'Green World Cup 2022' dipilih, dengan menjanjikan Piala Dunia yang ramah lingkungan.
Beberapa lokasi tuan rumah juga disiapkan. Di antaranya Jakarta, Surakarta, Semarang, Samarinda, Palembang, Surabaya, Bogor, Jayapura, Bali, Banda Aceh, Sleman, Balikpapan, Bandung, dan Kutai Kartanegara.
Niat PSSI menjadi tuan rumah saat itu, terlontar di tengah desakan masif suporter meminta Nurdin Halid mundur. Situasi makin keruh, sebab Pemerintah Pusat tidak memberi dukungan resmi kepada PSSI untuk menggelar perhelatan tersebut.
Sampai deadline soal persyaratan bidding harus dipenuhi pada Februari 2010, dukungan tak juga keluar. Alhasil, FIFA resmi mencoret Indonesia pada Maret 2010 karena gagal memenuhi persyaratannya. Indonesia sendiri akhirnya memberi rekomendasi suaranya kepada Australia, yang saat itu juga mengajukan bidding tuan rumah Piala Dunia 2022.
Indonesia menjadi satu dari dua negara yang mundur. Sebab, Meksiko juga batal menjadi tuan rumah.
Sampai deadline soal persyaratan bidding harus dipenuhi pada Februari 2010, dukungan tak juga keluar. Alhasil, FIFA resmi mencoret Indonesia pada Maret 2010 karena gagal memenuhi persyaratannya. Indonesia sendiri akhirnya memberi rekomendasi suaranya kepada Australia, yang saat itu juga mengajukan bidding tuan rumah Piala Dunia 2022.
Indonesia menjadi satu dari dua negara yang mundur. Sebab, Meksiko juga batal menjadi tuan rumah.
BERITA LAIN TENETANG PIALA DUNIA
Silahkan cari kami di link bawah ini ya kak :
https://bit.ly/3wkcYPj <<<<<<<<<<<< Link Live Chat
atau bisa chat Wa kami juga ya kak
https://wa.me/85592933528/ <<<<<<<<<<<< Link WA
Silahkan di add atau bisa juga di klik link kami kak
https://bit.ly/3wkcYPj <<<<<<<<<<<< Link Live Chat
atau bisa chat Wa kami juga ya kak
https://wa.me/85592933528/ <<<<<<<<<<<< Link WA
Silahkan di add atau bisa juga di klik link kami kak
Komentar
Posting Komentar